Tampilkan postingan dengan label sulawesi selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sulawesi selatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2016

Pembukaan Pelatihan Pratugas Pendamping Lokal Desa P3MD Sulawesi Selatan

SYAM STORY - Pelatihan pratugas Pendamping Lokal Desa atau yang kita kenal dengan istilah PLD adalah upaya untuk mempersiapkan calon pendamping lokal desa agar memiliki kompetensi yg memadai sebelum melaksanakan tugas terutama bagi calon pendamping lokal desa yang berhasil lolos pada rekrutmen tenaga pendamping profesional tahun 2016. Selain itu, pelatihan pada tahun ini pelatihan pratugas PLD juga diikuti oleh pendamping lokal desa yang telah melaksanakan tugas dengan maksud agar seluruh pendamping lokal desa dapat lebih meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya dalam mendampingi desa sekaligus mampu menyusuaikan dengan dinamika perubahan yang telah terjadi di desa.
Untuk itu, patutlah kiranya seluruh peserta yang diundang pelatihan ini merasa bangga dan bersyukur karena akhirnya diberi kesempatan untuk dapat mengikuti kegiatan pelatihan pratugas sekaligus nantinya akan menjadi bagian dari pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa yang kita kenal dengan istilah P3MD yang memiliki tanggung jawab mengawal implementasi Undang-Undang Desa Nomor 6 tahun 2014 Tentang Desa. 




Dasar Pelaksanaan 

Dalam rangka pelaksanaan Pasal 112 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, yang menyebutkan bahwa pemberdayaan masyarakat desa dilaksanakan dengan pendampingan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan pembangunan desa dan kawasan perdesaan. Pelaku utama pendampingan desa sesuai Undang-Undang Desa adalah pemerintah dan pemerintah daerah khususnya SKPD kabupaten/kota sesuai tugas pokok dan fungsinya. Namun demikian, pendampingan dapat dilakukan oleh tenaga-tenaga profesional yang secara khusus direkrut untuk melaksanakan pendampingan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 yang mengatur perubahan Ayat 1 Pasal 129 Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, ditetapkan tenaga pendamping profesional di kabupaten kota dan kecamatan terdiri dari tenaga ahli, pendamping desa, pendamping desa infrastruktur dan pendamping lokal desa. dalam rangka meningkatkan peran PLD dalam melaksanakan tugas maka setiap PLD diwajibkan  untuk mengikuti pelatihan pratugas PLD sebagai pembekalan dan orientasi serta peningkatan kapasitas sebelum melaksanakan tugas.

Maksud dan Tujuan

Maksud diadakannya pelatihan pratugas PLD ini adalah untuk memberikan pembekalan, pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada pendamping lokal desa sebelum melaksanakan tugas di desa khususnya bagi PLD yang telah dinyatakan lulus pada rekrutmen tahun 2016. Selain itu, juga menjadi ajang untuk peningkatan kapasitas bagi PLD yang telah bertugas sejak tahun 2015 agar dapat menyusuaikan dengan perubahan kebijakan yang berlaku saat ini.

Adapun tujuan pelaksanaan pelatihan pratugas ini adalah:
  1. Memberikan pembekalan materi sesuai tupoksi pendamping lokal desa dalam bertugas di lapangan;
  2. Meningkatkan pemahaman pendamping lokal desa tentang latar belakang, tujuan kebijakan, prinsip-prinsip, prosedur dan ketentuan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa;
  3. Meningkatkan keterampilan pendamping lokal desa dalam memfasilitasi proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelestarian program;
  4. Meningkatkan keterampilan pendamping lokal desa dalam memahami mekanisme pendampingan;
  5. Meningkatkan keterampilan dalam membina dan memberi pengarahan kepada kader pemberdayaan masyarakat desa; dan 
  6. Menumbuhkan komitmen dan sikap kepedulian pendamping lokal desa terhadap masyarakat pedesaan.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Pelatihan Pratugas PLD dilaksanakan mulai tanggal 20 s/d 28 Nopember 2016 diawali dengan konsolidasi Pelatih mulai tanggal 20 s/d 21 Nopember 2016 dan dilanjutkan pelaksanaan pelatihan mulai hari ini tanggal 21 s/d 28 Nopember 2016. Pelatihan PLD untuk kegiatan pertama dilaksanakan di hotel singgasana jalan Kajoalalido, Makassar. 

Narasumber, Pelatih dan Peserta

Narasumber dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah pejabat struktural di lingkup BPMPDK provinsi Sulawesi Selatan. Sedangkan pelatih berasal dari master trainer provinsi, tenaga ahli kabupaten, pendamping desa dan pendamping desa teknik infrastruktur yang terpilih berjumlah 27 orang. Adapun peserta adalah para pendamping lokal desa berjumlah 263 orang yang berasal dari kabupaten Bantaeng, Barru, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Utara, Maros, Pangkep, Pinrang, Sidrap, Sinjai, Soppeng dan Toraja Utara.

Materi pelatihan

Materi pelatihan pratugas PLD yang akan disampaikan ialah terkait dengan implementasi Undang-Undang Desa di antaranya revolusi mental, muatan lokal, visi Undang-Undang Desa, tata kelola desa, pembangunan desa, pengembangan ekonomi desa, penyusunan peraturan di desa, penguatan keberdayaan masyarakat desa, peningkatan kapasitas masyarakat desa melalui pelatihan, pendampingan dan membangun kerjasama tim di desa.


Narasumber:
Kepala BPMPDK Provinsi Sulawesi Selatan
Kabid Pemdes BPMPDK Provinsi Sulawesi Selatan 



Sabtu, 07 Mei 2016

Mengenal Jeneponto Sebagai Penghasil Kopi "Cita Rasa" Madu




SYAM STORY - Tidak sepenuhnya benar jika ada ungkapan bahwa Bumi Turatea sebagai julukan kabupaten Jeneponto merupakan daerah kering dan gersang. Karena dalam wilayah administratif kabupaten Jeneponto terdapat satu kecamatan berada pada dataran tinggi yang memiliki tanah subur, cuaca dingin dan panorama alam yang indah dengan beberapa potensi objek wisata alam, yakni kecamatan Rumbia kabupaten Jeneponto yang berbatasan dengan kecamatan Malakaji kabupaten Gowa. 

Kecamatan Rumbia merupakan daerah penghasil sayur-sayuran dan buah-buahan serta daerah destinasi wisata alam pegunungan di Jeneponto. Selain sayur dan buah, kecamatan Rumbia juga penghasil kopi seperti di desa Ujung Bulu. Desa Ujung Bulu terletak di kaki Gunung Lompobattang yang berada pada kisaran ketinggian 1.400 mdpl, memiliki tanah perbukitan yang subur dengan panorama alam yang hijau nan indah. Sepanjang kiri dan kanan jalan desa hanya terlihat tanaman kopi dan beberapa komoditi hortikultura, terdapat kebun kopi dengan luas sekitar 150 hektar. Hampir setiap KK memiliki kebun kopi, sehingga produksi kopi di desa Ujung Bulu mencapai ratusan ton per tahun.

Namun walau pun demikian, kopi dari desa Ujung Bulu ini tidak begitu dikenal masyarakat luas sebagai kopi yang bersumber dari Ujung Bulu atau Rumbia maupun dari Jeneponto. Hal itu terjadi karena ulah para oknum tengkulak yang mengambil kopi di desa Ujung Bulu kecamatan Rumbia kabupaten Jeneponto, tapi saat menjualnya mengatakan kalau kopi itu berasal dari Malakaji kabupaten Gowa atau menyebutnya dari kabupaten Bantaeng.

Tanaman kopi di Jeneponto sudah ada sejak awal tahun 1980-an. Kala itu kopi yang ditanam adalah kopi jenis arabika dengan tajuk yang tinggi sehingga perlu pengait untuk melengkungkan batangnya saat panen, kopi itu lebih dikenal dengan sebutan kopi Bantaeng karena masuk ke Jeneponto melalui bibit kopi asal Bantaeng. Selain kopi jenis arabika, masyarakat desa Ujung Bulu kecamatan Rumbia juga menanam kopi jenis robusta.

Pada pertengahan tahun 1980-an, barulah masuk tanaman kopi jenis arabika dari kabupaten Gowa yang oleh masyarakat disebut kopi Arabika Gowa dengan tajuk yang lebih pendek. Kopi inilah yang kemudian dikembangkan di desa Ujung Bulu. Sementara kopi jenis robusta ditebang lalu dilakukan sambung pucuk dari kopi jenis arabika. 

Kopi madu sendiri memang baru dikenal sekitar dua tahun yang lalu dari sebuah seminar kopi di Makassar. Oleh narasumber seminar pada waktu itu mengemukakan bahwa ada kopi yang paling enak untuk disantap, yaitu kopi madu. Sehingga belakangan ini memang sedang ramai diperbincangkan tentang kopi madu dan kita selaku warga Jeneponto khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya tentunya sangat bersyukur karena kopi madu ini hanya tumbuh di Jeneponto dan tidak ada di tempat lain.

Mengenai kualitas kopi di desa Ujung Bulu tidak bisa diragukan lagi, karena peneliti asal Jepang sudah pernah datang langsung beberapa tahun lalu untuk meneliti rasa kopi yang tumbuh di desa Ujung Bulu dan peneliti Jepang tersebut mengakui bahwa kopi di sini sangat spesial, tidak ada di tempat lain. Alasannya karena memiliki kelebihan tersendiri, yaitu tingkat keasamannya rendah dan bercita rasa madu. Kopi di desa Ujung Bulu juga sudah dikembangkan dan sudah dipromosikan bahkan sampai ke Jakarta. Sementara sedang dalam proses pembuatan standarisasi untuk depkes. 

Kopi dari desa Ujung Bulu menjadi spesial karena metode perawatan tanaman kopi yang dilakukan petani desa tersebut berbeda dengan daerah lain. Dikatakan kopi madu karena saat penjemuran, ada lebah madu yang hinggap di butiran kopi. Anggapannya lebah akan hinggap karena ada kandungan madu atau sesuatu yang manis di situ. Sedangkan pada kopi biasa, malah yang hinggap adalah lalat.

Secara umum, proses tahapan pengolahan kopi madu dimulai dari pemetikan kopi yang betul-betul matang di pohonnya. Selanjutnya kopi digiling untuk mengupas kulitnya lalu difermentasi selama dua hari. Kopi fermentasi selanjutnya dijemur hingga tiga hari atau berada pada kadar air 11% - 12%. Dengan alat manual, kopi disangrai selama 30 menit. Untuk hasil kopi cita rasa madu yang kuat, kopi matang yang telah digiling langsung dijemur sampai kering. Proses pengeringannya memang memakan waktu yang lama, tapi disitulah tantangannya.

Selama ini nyaris kita tak pernah mendengar atau mengenal Kopi Jeneponto, sangat berbeda dengan Enrekang dan Toraja. Padahal Kopi Madu lebih menyajikan cita rasa yang memanjakan lidah dan tenggorokan, tentu akan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan jika dikelola dengan baik. Suatu saat nanti jika orang berkunjung ke Sulawesi Selatan, mereka tak lagi mencari Kopi Toraja atau Kopi Enrekang. Tapi mereka akan mencari Kopi Madu Jeneponto.

Alam dan desa kita memang sangat kaya. Sangat disayangkan jika desa yang menjadi sumber kekuatan ekonomi tidak bisa berpesta di atas kejayaan hasil buminya. Tinggal bagaimana kita saling mendukung untuk membangun desa berdasarkan potensi alaminya. Bagaimana membangun kepercayaan diri petani kita hingga suatu saat mereka berkata, "Saya Bangga Jadi Petani."

"Desa harus jadi kekuatan ekonomi. Agar warganya tak hijrah ke kota. Sepinya desa adalah modal utama. Untuk bekerja dan mengembangkan diri" (Desa, Iwan Fals). 



Sumber: diolah dari berbagai referensi




Jumat, 08 April 2016

Manfaat Air Legen (Ballo' Tanning) dari Pohon Lontar/Siwalan (Tala')




SYAM STORY - Apakah Anda pernah mendengar tentang Air Legen dari Pohon Lontar? Air Legen merupakan Air Nira hasil sadapan dari bunga pohon Lontar/Siwalan (Tala') jenis betina yang Air Niranya masih terasa manis (Ballo' Tanning) sebelum mengalami fermentasi akibat aktivitas mikroba tertentu. Jika Air Nira telah mengalami fermentasi maka Air Niranya mengandung alkohol yang sangat memabukkan dan dikenal dengan nama Tuak (Ballo' Kacci). Satu pohon Lontar/Siwalan (Tala') dapat menghasilkan sekitar 6 liter Air Nira dalam sekali sadap.


Buah Lontar atau yang lebih dikenal dengan nama buah Siwalan ini mempunyai tekstur yang mirip dengan Kolang Kaling. Memiliki daging buah berwarna putih bening, sedikit kenyal, manis dan berair. Bila agak tua daging buahnya lebih keras dan kenyal rasanya sepah. Sepintas rasanya mirip buah Kolang Kaling karena memang tanaman-tanaman itu termasuk dalam satu famili tumbuhan Monokotil (tumbuhan berbiji tunggal).


Daging buah ini lebih tebal seperti nata de coco, banyak digunakan sebagai campuran minuman segar daripada dimakan langsung. Tak hanya rasanya yang segar ternyata buah Lontar ini memiliki banyak Manfaat bagi tubuh karena mengandung berbagai Zat Gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.


Pohon Lontar/Siwalan ini pada umumnya tumbuh di wilayah Asia Selatan dan juga Asia Tenggara. Pohon ini terutama tumbuh di daerah-daerah kering. Di Indonesia, siwalan terutama tumbuh di bagian timur pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. Di Sulawesi Selatan pohon Siwalan dikenal dengan nama Pohon Lontara'/Tala' dan air nira hasil sadapannya disebut Ballo'. Pohon Siwalan mirip kelapa atau tanaman palem raja. Tingginya bisa mencapai puluhan meter melebihi pohon kelapa. Usia produktif bisa mencapai puluhan tahun. Tanaman yang bernama ilmiah Borassus Flabellifer ini memiliki daun yang lebar mirip kipas.


Buah Siwalan bergerombol dalam tandan sekitar 20 butir, bulat peluru berdiameter 7-20 cm, hitam kecoklatan kulitnya dan kuning daging buahnya bila tua. Berbiji tiga butir dengan tempurung yang tebal dan keras. Daging buah yang tua, berwarna kekuningan dan berserat, dapat dimakan segar ataupun dimasak terlebih dahulu. Cairan kekuningan diambil untuk dijadikan campuran panganan atau kue-kue atau untuk dibuat menjadi selai.


Daging buah Lontar muda yang transparan adalah sumber utama karbohidrat dan juga air. Untuk kadar Protein dan Lemak sendiri tergolong rendah dan memiliki jumlah Kandungan Serat yang sedikit.

KANDUNGAN AIR LEGEN

Setiap 100gr buah lontar terdapat kandungan nutrisi penting bagi tubuh Anda, diantaranya:


  • Kandungan Gizi Total gula 10,93
  • Gula reduksi 0,96
  • Protein 0,35
  • Nitrogen 0,056
  • pH 6,7-6,9
  • Specific gravity 1,07
  • Mineral sebagai abu 0,54
  • Fosfor 0,14Besi 0,4
  • Vitamin C 13,25
  • Vitamin B1 (IU) 3,9

Jenis pohon Siwalan ada dua macam, yang satu bunganya manggar seperti kelapa dan menghasilkan buah yang disebut buah Siwalan. Isinya seperti Kolang Kaling yang empuk, kenyal dan manis. Sedang pohon jenis lainnya hanya berbunga berbentuk sulur dan khusus dimanfaatkan untuk disadap getahnya menjadi Legen. Dua pohon jenis ini saling membutuhkan sehingga dapat berlangsung penyerbukan menghasilkan buah Siwalan yang kelak dapat ditanam menjadi pohon serupa.

Dari penyadapan bunga pohon Siwalan jenis perempuan yang bunganya berbentuk sulur diperoleh Air Nira yang dikenal juga sebagai Air Legen. Satu pohon Siwalan dapat menghasilkan sekitar 6 liter Air Nira.

Air Legen ini rasanya manis, tapi sayangnya tidak tahan lama karena dalam hitungan beberapa jam saja mengalami proses fermentasi akibat aktivitas mikroba tertentu. Proses penyimpanan yang tepat akan membuat Legen lebih tahan lama sampai 2 hari. setelah lebih dari 2 hari Air Legen akan mengandung alkohol dan menjadi sangat memabukkan yang kemudian dikenal dengan nama “tuak”. Sebaiknya segera Air Legen dikonsumsi setelah penyadapan agar tidak kelamaan dan akhirnya menjadi “tuak” yang memabukkan.

Air Legen mengandung cairan isotonis yang sanggup menggantikan keluarnya cairan tubuh melalui keringat. Menurut para ahli gizi dan pangan, Air Legen yang manis itu ternyata mampu Memperbaiki Fungsi Ginjal, Mengatasi Gejala Impotensi dan Meningkatkan Produksi Sperma. Makan buah Siwalan dan minum Air Legen bagi sebagian orang mampu Memulihkan Stamina yang mulai menurun. Daging buah Siwalan tua bisa juga diManfaatkan untuk obat Penyakit Kulit.

BEBERAPA MANFAAT AIR LEGEN UNTUK KESEHATANSEBAGAI MINUMAN ISOTONIC

Air Legen mengandung cairan isotonis yang mampu menggantikan keluarnya cairan tubuh yang keluar melalui keringat dan mengembalikan elektronik tubuh yang hilang akibat aktivitas sehari – hari

MENJAGA KESEHATAN FUNGSI GINJAL

Legen yang dihasilkan dari pohon Siwalan dipercaya bisa menjaga kesehatan Fungsi Ginjal. Bahkan ada beberapa jenis Legen (tergantung dari kualitas pohon) yang bisa mengobati penyakit Impotensi. namun anda perlu hati hati dalam memilih Air Legen pasalnya banyak juga penjual Air Legen yang telah mencampurnya dengan bahan lain, bukan Air Nira murni.

SEBAGAI OBAT LEVER

Bunga Siwalan atau abu mayang (spadix) dapat digunakan untuk pengobatan sakit Lever. Adapun arang kulit batang digunakan untuk menyembuhkan sakit gigi. Rebusan kulit batang ditambah garam, berkhasiat sebagai obat pembersih mulut.

SEBAGAI OBAT KULIT (DERMATITIS)

Bagian buah tua dapat digunakan sebagai obat kulit (Dermatitis), akar yang terdiri atas ekstrak akar muda untuk melancarkan air seni dan obat cacing. Rebusan akar muda (decontion) untuk mengobati penyakit yang terkait dengan pernapasan.



Sumber: imedis.net dan wikipedia