Minggu, 27 Maret 2016

GRATIS !!! Pengurusan dan Penerbitan Dokumen Kependudukan




SYAM STORY - Sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan, pada Pasal 79A menyebutkan "Pengurusan dan penerbitan Dokumen Kependudukan tidak dipungut biaya."


Pada Pasal 5 UU 24/2013 menyebutkan bahwa Pemerintah melalui Menteri berwenang menyelenggarakan Administrasi Kependudukan secara nasional. Di dalam penjelasan Pasal 5 tersebut menerangkan bahwa Data Kependudukan skala Nasional diterbitkan secara berkala per semester, yaitu untuk semester pertama yang diterbitkan tanggal 30 Juni dan semester kedua yang diterbitkan tanggal 31 Desember. Penyediaan blangko KTP-el dilaksanakan oleh Pemerintah dengan pertimbangan untuk menjamin cip KTP-el dapat terintegrasi dengan sistem yang sudah ada.

Penyediaan blangko selain blangko KTP-el dilaksanakan oleh Instansi Pelaksana di kabupaten/kota. Dokumen Kependudukan selain blangko KTP-el, antara lain biodata penduduk, kartu keluarga, surat keterangan kependudukan, akta kelahiran, akta perkawinan, akta perceraian, akta kematian, akta pengakuan anak, dan akta pengesahan anak.

Jika masih ada pejabat dan petugas yang melakukan pemungutan biaya pengurusan dan penerbitan Dokumen Kependudukan seperti KTP, KK, Akta Kelahiran dan Dokumen Kependudukan lainnya, maka itu termasuk pungutan liar (pungli) dan dapat dikenakan sanksi pidana penjara dan sanksi denda.


Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam Pasal 95B UU 24/2013 bahwa Setiap pejabat dan petugas pada desa/kelurahan, kecamatan, UPT Instansi Pelaksana dan Instansi Pelaksana yang memerintahkan dan/atau memfasilitasi dan/atau melakukan pungutan biaya kepada Penduduk dalam pengurusan dan penerbitan Dokumen Kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79A dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).



Jumat, 25 Maret 2016

Surat Kocak Netizen Medan untuk Rio Haryanto


Rio Haryanto (pembalap F1)

MAKASSAR - Debut pembalap Formula One (F1) asal Indonesia, Rio Haryanto di Albert Park Street, Melbourne, Australia memang tidak berjalan mulus. Pemuda asal Solo tersebut gagal finish.

Meski demikian para pendukung tidak kecewa dengan penampilan perdana Rio.  Mereka memaklumi. Para pendukung Rio tetap memberikan semangat kepada idolanya supaya tidak pernah menyerah saat bertarung di arena balapan.

Bahkan ada netizen yang membuat surat terbuka untuk Rio. Surat tersebut dibuat dengan gaya blak-blakan dan logat bicara khas orang Medan, Sumatera Utara.Netizen itu mengingatkan kepada Rio supaya tetap gigih meski gagal dalam debutnya.

Selain itu, netizen tersebut mengingatkan kepada Rio supaya tetap fokus pada keinginannya, jangan sampai terlibat dengan hal-hal negatif di dunia balap.Netizen itu juga mengingatkan kepada Rio supaya tetap fokus dan jangan terlalu memusingkan masalah dana.

Berikut surat terbuka yang dikirimkan netizen itu:

Apakabar, Rio?  Masih di Merbourne-nya kau?
Ini Bang Pesal yang poto-poto di kantor sama kau bulan lalu. 
Mudah-mudahan kau sehat-sehat saja ya. Jangan kau begadang. Juga jangan kau tenggak anggur di sana. Jangan kau tiru abang waktu muda. Tiap hari teguk step atau kamput. Kayak spiritus rasanya. Rusaknya abang ini.

Merinding abang lihat penampilan kau itu, bah. Paten kali kau kulihat. Gantengnyaaa.. Jeges. Orang sekampung melongo liat kau, Rio. Cemana pulak bisa orang Solo masuk F1. Salut abang, Dik.

Jangan kecil hati kau gak sampe habis kau di sirkuit. Yang penting sudah kau injak aspalnya tu. Di Australia lagi. Bukan di Sentul. Mana bisa sembarang orang kayak abang bisa kesitu. Kau ingat itu.

Abang hanya ingatkan, jangan kau dengar kali suara orang di sini. Abang tengok banyak kali cerita orang itu. Dianggapnya mudah bisa maen disitu. Gak ada otaknya orang tu semua. Macam pande kali dia itu. Bawak slow saja, Dik.

Orang itu nampak kali gak pernah berjuang. Mau enaknya saja. Cemana laa. Orang itu banyak jadi anggota DPRD, ijazahnya persamaan nya. Mocok-mocoknya kerjanya dulu. Masuk parte, entah apa prestasinya. Dipilih kawan-kawannya itu. Jadilah dia masuk gedung DPRD. Petantang-petenteng pulak. Belum tentu dia itu hapal Undang-undang. Cuma lagaknya saja banyak.

Rio, hari ini banyak berita kau di koran dan tipi. Tapi abang nasihati kau. kalau kau baca ulasannya, jangan la kau bawak kali masuk ke hati. Banyak tak bagusnya itu. Melecehkan saja isinya. Pening kepala kita. Semua maunya ribut. Yang bagus pun ditulis ancur. Tak syor kita bacanya. Mungkin kayak gitu yang diajari mamaknya sejak kecil. Ngertilah kau ya.

Dik, apapun kata orang, abang salut sama kau. Mana ada orang Indonesia bisa masuk F1, selain kau. Alamak jang. Masuk MURI lah kau nanti. Perjuangan kau tak bisalah rasanya abang tiru. Susah itu.

Abang dengar, mogoknya kendaraan kau. Itu bukan silap kaunya itu. Kerjaan si Manor nya itu. Tak beres. Nanti-nanti ingatkan dia, jangan bikin ilang syoor terus.

Tapi abang tengok, biasanya pembalap itu gagal. Abang rasa, jagonya kau nyupir. Cuma nasib saja kau kemarin gak habis kau tanding. Si Schumacher saja pernah sial. Si Lewis juga pernahnya mobilnya rusak. Biasanya itu. Malah ada yang belum start saja sudah mogok dia. Kayak si Keviyat. Padahal si Putin sponsornya. Tak jaminan la. Gak usah suntuk kau. Masalah gelleng itu.

Abang kemarin agak was-was juga. Takut abang kau kecelakaan di lapangan. Mau kemana muka abang dan orang kampung kalau kek gitu. Ternyata paten kali kau itu bah. Tak ada kau senggol orang.

Untung tak kau tiru metromini di jakarta. Semua mau disenggol. Ada celah dikit di jalan langsung sorong kepala. Badannya pasti masuk nanti. Itu pikiran sopirnya. Betul-betul abang takut kau tiru sopir metromini. Meskipun tak semua sopirnya jelek.

Bang Ucok, bagusnya cara nyupirnya. Tenang kulihat. Mungkin karena iparnya jadi kenek kali. Cuma abang lihat, mobil balap kau kek mirip warnanya sama metromini. Cemana bisa begitu? Mudah-mudahan salah tengok saja abang ni.

Eh, ternyata si Alonso yang berantam mobilnya sama si Guterez. Baguslah kau tak ikut-ikut orang itu betekak di lapangan. Memang sudah cocok kau jadi pembalap di F1 tu.

Bukan abang itu yang ngomong. Abang baca, kalok gak profesional manalah bisa ikut balapan kek gitu. Apalagi kalau tak silap, gak ada KKN di F1. Itu bedanya dengan balapan jadi pengurus parte. Ada bapak, bini, anak, menantu, adik, entah siapanya lagi. Masuk semua jadi pengurus. Bapak diganti anak biasanya di sini. Akhirnya kena narkoba dia. Ada contohnya itu.

Cuma abang pesan, janganlah kau kesana-kemari cari dana untuk bisa maen lagi di sirkuit lain. Aneh aja abang rasa. Kau serius saja mikirkan lomba. Untuk cari dana biar elit yang pake safari itu yang urus. Kau gak usah takut.

Abang tengok sudah banyak pejabat poto-poto sama kau. Abang rasa, maulah orang itu ngasih kau duitnya. 100 milyar gak ada artinya sama orang tu. Kawan-kawannya malah ada yang korupsi trilyunan.

Biasanya-biasa nya abang lihat orang itu. Kayak tak merasa berdosa semua. Di tipi masih bisa ketawa-ketawa. Tak ada takutnya. Tapi abang rasa, putih juga tapak kakinya. Kembut juga dia itu. Cuma dasar pemain, bisa dia bersandiwara.

Abang mau tanya, cemananya dana yang kau minta itu? Sudahnya terkumpul? Abang salut sama Pertamina mau nyumbang banyak untuk kau. Pantas memang kita jaga Pertamina.

Mereka rupanya menolong sejak di lomba-lomba kau selama ini. Cuma herannya begitu kau masuk F1, kok banyak kali yang mau dekat kau? Minta poto lah. Minta didatangi. Adanya orang tu ngasih duit ke kau? Kalau gak, bengis kali lah hati orang itu. Model pencitraan pulak yang dipakainya. Entah siapa yang ditirunya.

Okelah ya Rio. Abang tunggu kabar kau. Abang dengar kau tanding nanti di Bahrain. Kalau tak silap abang, masih ada 20 pertandingan lagi. Alamak, hebatnya. Abang tak maksa kau juara. Beratlah.

Tapi abang berdoa kau bisa buat lagu Indonesia Raya nanti dinyanyikan. Cuma jangan lupa kau bawa kasetnya. Takutnya panitia tak punya pulak. Ancur nanti acaranya kalau kau juara tak siap lagunya. Tak sedap kita nengoknya. Kau bawa saja kasetnya. Abang rasa tak apa-apanya itu.

Jangan lupa kalau kau lagi duduk-duduk sama orang Manor, dikit-dikit kau bilang la, jangan banyak kali mintak duit orang tu. Bilang aja, sekarang ini nama MANOR saja sudah terkenal di sini.

Omak-omak, Opung, semua dongan tahu kau pake bendera Manor. Sangkin terkenalnya, orang lupa sama kasus BLBI, Mafia Migas, Sumber Waras, Sinabung. Sebentar lagi genset di kampung abang jadi laris. Manalah mau orang kampung tak liat kau tanding. Di sini seringnya mati lampu.

Jadi bertandinglah kau baek-baek ya. Jangan jujur kali kau di lapangan. Sekali-sekali kau gertak mereka. Kasih dikit pancingan. Kalau sudah jiper, ada harapan kau ditakuti. Coba kau bilang dulu ke mereka, berani gak nyopir di jakarta. Kalau bisa pagi-pagi suruh dia datang di jalanan kota. Biar mati bediri dia.

Abang rasa, kalau kau sudah sering masuk tipi, citra Indonesia pasti mantap. Bisa-bisa investor datang bawa duit kesini. Bukan kayak investor yang kemaren dulu. Apanya bawa duit banyak.

Dia hanya berusaha dapat ijin di sini, lalu pinjam duit di bank di sini yang berafiliasi ke negaranya. Bedangkiknya lagi dia itu. Yang dijaminkan malah aset milik bangsa kita. Entah apa yang dipikirkan elit negeri kita soal ini.

Tapi jangan kau urus soal ini, Rio. 

Biarlah orang lain saja. Kau biar jadi contoh cemana jadi profesional yang fokus. Fokus fokus fokus. Bukan sekedar kerja kerja kerja. Ingatnya kau itu?Seginilah surat abang ya. Sudah capek abang nulisnya. Tapi ini karena abang bangga sama kau, Rio.  Nanti kalau kau ke Medan, jangan lupa kontek-kontek abang. Nanti abang jemput pake sudaco. Kalau gak naik betor.

Kita raun-raun. Pasti banyak yang panggil-panggil kau. Abang pun senang lah.Oke, salam juga dari kawan abang. Si Gundur, si Leman, si Bujing, si Torang, si Lokot sama si Lian Kepinding. Itu semua parte abang di Medan. Dongan. Dongan sabutuha.

Itu saja ya. Jangan bosan kau baca surat abang ni.

Pulo Brayan, Maret 2016



Mantap kali

Salam, si Pesal Nameda



Sumber: money.id



Jumat, 18 Maret 2016

Kisah Semut dan Cicak Jadi Cerminan Diri Kita Ada Di Pihak Mana




SYAM STORY - Di zaman "edan" seperti sekarang di mana kebenaran sengaja disembunyikan dan kejujuran tak lagi dihargai. Tapi di sisi lain ketidakbenaran begitu diagung-agungkan dan pelakunya juga dipuja-puja bagai pahlawan pembela kebenaran, padahal hakekatnya hanya melakukan rekayasa pembenaran demi pencitraan. Maka cerminan sikap dari kisah SEMUT dan CICAK pada peristiwa Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup bisa menjadi pelajaran berharga untuk menentukan diri kepada siapa kita berpihak.

Dikisahkan ketika Nabi Ibrahim as dilempar hidup-hidup ke kobaran api yang disiapkan oleh Namrud, ada dua ekor binatang yang turut berpihak dan berkontribusi baik terhadap Nabi Ibrahim as maupun kepada Namrud. Kedua binatang tersebut adalah SEMUT dan CICAK.

Singkat cerita, SEMUT tersebut berlari-lari dengan susah payah berusaha memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim as dengan membawa butiran air di ujung mulutnya. Perilaku SEMUT tersebut membuat semua binatang heran dan bertanya-tanya, sehingga seekor burung bertanya.

Burung : "Wahai SEMUT, kamu mau apa di sekitar kobaran api itu?"

Semut : "Aku mau memadamkan api agar Nabi Ibrahim as tidak terbakar!"

Burung : "Tidak mungkin setetes air yang ada di mulutmu mampu memadamkan kobaran api yang sangat besar itu."

Semut : "Memang air ini tidak akan bisa memadamkan api itu, tapi ini kulakukan paling tidak semua akan melihat bahwa aku di pihak yang mana."

Dari peristiwa itu, sang SEMUT mengajarkan hikmah kepada manusia setidaknya ada 3 hal, yaitu: 
  1. Berani menunjukkan identitas diri dalam sebuah perjuangan, tidak bersikap munafik di mana perkataan tidak sesuai perbuatan; 
  2. Komitmen membela yang benar, bukan membela yang bayar di mana kebenaran disembunyikan dan kejujuran tak dihargai; dan 
  3. Berani berkorban demi tegaknya kebenaran, sebaliknya ketidakbenaran yang terjadi harus segera dikritik karena pembiaran terhadap ketidakbenaran tersebut lama-kelamaan seakan menjadi sebuah kebenaran. 


Di sisi lain, CICAK ikut meniup api yang dibuat oleh Namrud agar semakin membesar. Memang tiupan CICAK tidak akan bisa membesarkan kobaran api itu, tapi dengan apa yang dilakukan CICAK itu semua akan tahu bahwa CICAK ada di pihak yang mana.

Akibat keberpihakannya ini, CICAK dianjurkan untuk dibunuh.

"Dari Sa'ad ibn Abi Waqqash bahwasannya Nabi Muhammad saw memerintahkan untuk membunuh cicak. Dan beliau menamakannya (cicak ini) hewan kecil yang fasik" (HR. Muslim)

"Dahulu ia meniup api yang membakar Nabi Ibrahim as." (HR. Bukhari dari Ummu Syarik)


Pertanyaannya, di manakah keberpihakan kita saat ini? 
Di golongan SEMUT yang membela keBENARan atau di golongan CICAK yang membela keFASIKan?




Rabu, 09 Maret 2016

Bunga-Bunganna Masamba Mekar Di "Mini Showfarm" Bantaeng


BANTAENG - Siapa yang pernah dengar lagu tembang kenangan tempo dulu berjudul "Bunga-Bunganna Masamba" yang populer di era tahun 60-70an? Bagi orang Sulawesi Selatan lagu itu tidak asing lagi, setelah lagu itu kembali dipopulerkan oleh penyanyi-penyanyi asal Makassar seperti Iwan Tompo.

Namun, di sini kita tidak membahas lebih jauh tentang lagu Bunga-Bunganna Masamba tersebut, tapi kita akan mengulas tentang Bunga Masamba yang sangat unik dan terkenal itu. Karena keunikan bunga Masamba dan punya sejarah tersendiri bagi orang Luwu, maka kota Masamba menjadi ibukota Kabupaten saat pembentukan Kabupaten Luwu Utara.


Menurut sejumlah sumber di kota Masamba, Masamba merupakan tanaman bunga yang tumbuh secara liar di daerah Masamba dan menghiasi halaman rumah masyarakat Masamba. Tanaman bunga yang dikenal dengan sebutan Bunga-Bunganna Masamba ini hanya ada dan tumbuh di daerah Masamba saja serta tidak ditemukan di daerah lainnya.

Konon kabarnya, tanaman Bunga-Bunganna Masamba ini tidak dapat tumbuh di luar Masamba dengan baik, tanpa menggunakan tanah dari daerah Masamba. Uniknya lagi, tanaman bunga-bunganna Masamba memiliki kembang yang dapat berubah-ubah warna sebanyak tiga kali, pertama berwarna ungu, lalu berubah menjadi hijau, kemudian menjadi pink. Keunikan lainnya, Bunga-Bunganna Masamba bermakna menggambarkan keelokan dan kecantikan wajah gadis-gadis Masamba.


Tanaman Bunga-Bunganna Masamba secara turun-temurun dibudidayakan masyarakat Masamba. Hanya saja jenis tanaman hias ini, saat ini nyaris punah dan terlupakan. Padahal tanaman bunga ini menjadi ikon Kota Masamba khususnya dan Kabupaten Luwu Utara pada umumnya. Hal tersebut melatar belakangi dimasukkannya pembudidayaan Bunga-Bunganna Masamba menjadi mata pelajaran Muatan Lokal pada seluruh sekolah di kabupaten Luwu Utara sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara. Dengan harapan, mudah-mudahan dengan dimasukkannya sebagai muatan lokal di semua sekolah menjadi titik awal kembalinya tanaman Bunga-Bunganna Masamba mekar dan bersinar lagi di taman halaman rumah masyarakat Masamba. Karena Bunga-Bunganna Masamba menjadi ciri khas dan sekaligus merupakan kearifan lokal kabupaten Luwu Utara yang dapat lebih mudah dikenal orang lain yang ada di luar daerah Luwu Utara. 


Kini, budidaya Bunga Masamba tersebut tidak hanya ada di daerah Masamba atau pun Kabupaten Luwu Utara secara umum. Rupanya Bunga Masamba ini sudah dibudidayakan juga di daerah kabupaten Bantaeng, tepatnya di Taman Mini Sulawesi Selatan "Mini Showfarm" yang terletak di Kampung Bangkengbonto, Desa Bontomarannu, Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng. Bunga Masamba ini salah satu jenis bunga yang menghiasi keindahan Mini Showfarm tersebut di antara puluhan jenis bunga indah lainnya.

Taman Bunga "Mini Showfarm" tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Selain terdapat berbagai jenis bunga yang tumbuh subur nan elok, juga bisa mendengarkan kicauan burung seperti umumnya pada alam perdesaan sangat memanjakan setiap pengunjungnya. Taman Bunga "Mini Showfarm" ini memang tidak seperti taman mini Indonesia Indah di Jakarta dan tidak seluas Kebun Raya di Bogor. Mini Showfarm ini juga belum memiliki banyak koleksi jenis tanaman bunga.


Namun, kawasan taman bunga "Mini Showfarm" yang berjarak sekitar 15-20 kilometer dari ibukota Kabupaten Bantaeng tersebut akan memukau setiap pengunjungnya mulai dalam perjalanannya dapat melihat dan menikmati panorama alam Bantaeng dan tumbuhan yang berada di sepanjang perjalanan menuju taman andalan Kabupaten Bantaeng tersebut. Setiap minggunya taman ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik dari Kabupaten Bantaeng maupun dari beberapa daerah sekitarnya seperti Jeneponto, Bulukumba dan Makassar. Taman bunga Mini Showfarm ini menjadi pilihan destinasi wisata favorit keluarga karena selain keindahan taman bunganya juga karena kesejukan udaranya yang berada di daerah pegunungan Lokal Bantaeng. Selain itu, terdapat tempat wisata lain di sekitarnya yang tak kalah menariknya seperti Loka Camp dan Kebun Wisata Muntea (Lannying). 


Pokoknya terasa belum sempurna liburan wisatanya di daerah Bantaeng sebelum mengunjungi destinasi wisata taman mini Sulawesi Selatan "Mini Showfarm" tersebut, dan juga tempat-tempat wisata lainnya yang ada di sekitar pegunungan Loka Kabupaten Bantaeng serta destinasi wisata pesisir pantai seperti wisata kuliner Pantai Seruni dan ekowisata Pantai Marina. So, tunggu apa lagi. Welcome... visit to Bantaeng.



Minggu, 06 Maret 2016

Energi Terbarukan, Solusi Energi Di Perdesaan


BANTAENG - Di banyak daerah pedalaman perdesaan di Indonesia, solusi Energi Tidak Terbarukan belum tersedia karena akses jaringan PLN belum ada atau masih sangat terbatas. Daerah perdesaan itu sering menjadi tempat yang terisolasi dan bergantung pada pemakaian energi tradisional yang tidak bisa diandalkan, seperti generator berbahan bakar minyak, kayu atau tabung LPG sebagai sumber energi yang digunakan untuk memasak, penerangan, serta kebutuhan listrik dasar lainnya. Solusi Energi Terbarukan menjadi jawaban terhadap permintaan kebutuhan pembangunan desa di Indonesia, serta mempromosikan solusi praktis dan berkelanjutan yang bisa langsung diadopsi oleh masyarakat perdesaan yang menjadi prioritas bagi bangsa Indonesia.

Ada banyak alasan mengapa Energi Terbarukan menjadi pilihan, di antaranya; relatif tidal mahal, bersifat netral karbon, kebanyakan tidak menimbulkan polusi dan semakin mendapat dukungam dari berbagai LSM untuk menggantikan solusi Energi Tidak Terbarukan berbasis bahan bakar minyak. Lebih lanjut, mengimplementasikan teknologi ini dalam masyarakat perdesaan bisa memberikan peluang kemandirian kepada masyarakat perdesaan untuk mengelola dan mengupayakan kebutuhan energi mereka sendiri beserta solusinya.

Energi Terbarukan adalah sumber-sumber energi yang bisa habis secara alamiah. Energi Terbarukan berasal dari elemen-elemen alam yang tersedia di bumi dalam jumlah besar. Energi Terbarukan merupakan sumber energi paling bersih yang tersedia di planet ini. Ada beberapa Energi Terbarukan tapi tidak semuanya bisa digunakan di daerah-daerah terpencil dan perdesaan. Tenaga surya, tenaga angin, biomassa dan tenaga air merupakan teknologi yang paling sesuai untuk menyediakan energi di daerah-daerah terpencil dan perdesaan. Di bawah ini berbagai Energi Terbarukan yang sudah diimplementasikan maupun masih dalam tahap pengembangan di Indonesia, antara lain:

Energi Solar

Matahari berjarak 149 juta KM dari bumi, akan tetapi menghasilkan jumlah energi yang luar biasa banyaknya. Energi yang dipancarkan oleh matahari yang mencapai bumi setiap menit akan cukup untuk memenuhi kebutuhan energi seluruh penduduk manusia di planet kita selama 1 tahun, jika bisa ditangkap dengan benar. Setiap hari kita menggunakan tenaga surya, misalnya untuk mengeringkan pakaian atau mengerikan hasil panen. Tenaga surya bisa dimanfaatkan dengan cara-cara lain, seperti Sel Surya yang disebut dengan sel "fotovoltaik" yang mengkorversi cahaya matahari menjadi listrik secara langsung. Pada waktu memanfaatkan energi matahari untuk memanaskan air, panas matahari langsung dipakai untuk memanaskan air yang dipompakan melalui pipa pada panel yang dilapisi cat hitam.

Energi Angin

Pada saat angin bertiup, angin disertai energi kinetik (gerakan) yang bisa melakukan suatu pekerjaan. Contoh; perahu layar memanfaatkan tenaga angin untuk mendorongnya bergerak di air. Tenaga angin juga bisa dimanfaatkan menggunakan baling-baling yang dipasang di puncak menara, yang disebut dengan turbin angin yang akan menghasilkan energi mekanik atau listrik.

Biomassa

Biomassa merupakan salah satu sumber energi yang telah digunakan orang sejak dari jaman dahulu kala. Orang telah membakar kayu untuk memasak makanan selama ribuan tahun. Biomassa adalah semua benda organik, seperti kayu, tanaman pangan, limbah hewan dan manusia yang bisa digunakan sebagai sumber energi untuk memasak, memanaskan dan pembangkit listrik. Sumber energi ini bersifat terbarukan karena pohon dan tanaman pangan akan selalu tumbuh dan akan selalu ada limbah tanaman. Ada 4 jenis biomassa, yaitu:
  1. Bahan bakar padat limbah organik, seperti kayu dan limbah pertanian bisa dibakar dan digunakan untuk menghasilkan uap dan listrik. 
  2. Bahan bakar limbah padat anorganik, seperti sampah plastik yang dibakar.
  3. Bahan bakar gas, seperti gas metan yang dihasilkan sampah yang membusuk.
  4. Bahan bakar hayati berbentuk cair, seperti bioethanol yang terkandung dalam tanaman pangan misalnya tebu, jagung atau ubi kayu. Dan biodiesel yang terkandung dalam minyak sayuran misalnya minyak sawit, minyak kelapa, minyak atau minyak kedelai.

Tenaga Air

Tenaga air adalah energi yang diperoleh dari air yang mengalir atau air terjun. Air yang mengalir ke puncak baling-baling atau baling-baling yang ditempatkan di sungai, akanmenyebabkan baling-baling bergerak dan menghasilkan tenaga mekanis atau listrik. Tenaga air sudah cukup dikembangkan dan ada banyak pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang menghasilkan listrik di seluruh Indonesia. Pada umumnya bendungan dibangun di seberang sungai untuk menampung air di mana sudah ada danau. Air selanjutnya dialirkan melalui lubang-lubang pada bendungan untuk menggerakkan baling-baling modern yang disebut dengan turbin untuk menggerakkan generator dan menghasilkan listrik. Akan tetapi, hampir semua program PLTA kecil di Indonesia merupakan program yang memanfaatkan aliran sungai dan tidak mengharuskan mengubah aliran alami air sungai.

Energi Panas Bumi

Energi panas bumi adalah energi panas yang berasal dari dalam bumi. Pusat bumi cukup panas untuk melelehkan bebatuan. Tergantung pada lokasinya, maka suhu bumi akan meningkat 1° C setiap penurunan 30 M hingga 50 M di bawah permukaan tanah. Suhu bumi 3000 M di bawah permukaan tanah cukup panas untuk merebus air. Kadang-kadang, air bawah tanah merayap mendekati bebatuan panas dan menjadi sangat panas atau berubah menjadi uap. Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) adalah seperti pembangkit listrik tenaga batu bara biasa, hanya tidak memerlukan bahan bakar. Uang atau air panas langsung berasal dari bawah tanah dan menggerakkan turbin yang dihubungkan dengan generator yang menghasilkan listrik. Lubang-lubang dibor ke dalam tanah dan uap atau air panas keluar dari pipa-pipa dialirkan ke pembangkit listrik tenaga panas bumi untuk menghasilkan listrik. Tenaga panas bumi bersifat terbarukan selama air yang diambil dari bumi dimasukkan kembali secara terus menerus ke dalam tanah setelah didinginkan di pembangkit listrik. Tidak banyak tempat di mana PLTPB bisa dibangun karena perlu menemukan lokasi dengan jenis bebatuan yang sesuai dengan kedalaman di mana memungkinkan untuk melakukan pemboran ke dalam tanah dan mengakses panas yang tersimpan.

Energi Pasang Surut

Dua kali sehari, air pasang naik dan turun menggerakkan volume air yang sangat banyak saat tingkat air laut naik dan turun di sepanjang garis pantai. Energi air pasang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik seperti halnya listrik tenaga air tetapi dalam skala yang lebih besar. Pada saat air pasang, air bisa ditahan di belakang bendungan. Ketika air surut, maka tercipta perbedaan ketinggian air antara air pasang yang ditahan di bendungam dan air laut, dan air laut di belakang bendungan bisa mengalir melalui turbin yang berputar untuk menghasilkan listrik. Memang tidak mudah membangun penahan air pasang ini, karena pantai harus terbentuk secara alami dalam bentuk kuala dan hanya 20 lokasi di seluruh dunia yang telah diidentifikasi sebagai tempat yang berpotensi untuk dimanfaatkan energi pasang surut.

Tenaga Ombak

Ombak laut yang selalu beralun disebabkan oleh angin yang meniup di atas laut. Ombak laut memiliki potensi menjadi sumber energi yang hebat jika bisa dimanfaatkan dengan benar. Ada beberapa metode untuk memanfaatkan energi ombak. Ombak dapat ditangkap dan dinaikkan ke bilik dan udara dikeluarkan paksa dari bilik tersebut. Udara yang bergerak menggerakkan turbin (seperti turbin angin) yang menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik. Sistem energi ombak yang lain adalah memanfaatkan gerakam naik turun ombak untuk menggerakkan piston yang bisa menggerakkan generator. Tidak mudah menghasilkan listrik dari ombak dalam jumlah besar. Lagi pula memindahkan energi tersebut ke pantai merupakan kesulitan tersendiri. Inilah sebabnya sistem tenaga ombak sejauh ini belum lazim.



Referensi : Buku Panduan Energi yang Terbarukan




Sabtu, 05 Maret 2016

Siapa Bertanggung Jawab Terhadap Sampah (plastik), Konsumen atau Produsen?

BANTAENG - Pemerintah menerapkan ujicoba kebijakan plastik berbayar mulai tanggal 21 Februari- Juni 2016 di 23 kota. Kebijakan ini didasari keinginan untuk mengurangi jumlah sampah plastik di Indonesia dengan merubah perilaku penggunaan kantong plastik. Masyarakat diminta untuk “diet plastik”. Hal ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, bahkan ada yang mengatakan bahwa pemerintah telah zalim dengan menarik bayaran untuk kantong plastik minimarket yang lebih mudah terurai daripada plastik-plastik yang digunakan untuk membungkus produk yang dijual produsen. Apakah sudah ada kebijakan tentang penggunaan plastik oleh produsen? Kenapa masyarakat yang disuruh “diet” dan disuruh bayar?

Sumber foto :  kajianpustakadotcom

Pasal 15 UU No. 18/2008 menyebutkan bahwa: Produsen wajib mengelola kemasan dan/atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam. Artinya produsen bertanggung jawab terhadap sampah yang dia buat dari sejak produksi, dikonsumsi oleh masyarakat, sampai dengan proses pemusnahan di tempat pembuangan akhir. Hal ini sejalan dengan prinsip extended producer responsibility (EPR) yang mengatakan bahwa dunia industri selaku produsen berbagai produk penghasil sampah bertanggung jawab atas biaya-biaya lingkungan yang diakibatkan oleh produk yang dihasilkannya hingga tidak dapat digunakan lagi (end of life cycle dari produk). Perusahaan yang menjual dan/atau mengimpor produk dan kemasan yang berpotensi menghasilkan sampah wajib bertanggungjawab, baik secara finansial maupun fisik, terhadap produk dan/atau kemasan yang masa pakainya telah usai.

Sumber foto :  EPA GOV

Untuk memenuhi prinsip EPR, umumnya produsen telah memasukkan biaya-biaya terkait lingkungan sebagai komponen harga pasar dari barang yang dia jual. Artinya, konsumen telah dibebankan dengan biaya tersebut. Bahkan lebih jauh, untuk mendorong industri menerapkan prinsip EPR, pemerintah telah menyiapkan beberapa skema seperti memberikan insentif pemotongan pajak untuk perusahaan yang “patuh” atau memberi sanksi administratif dan finansial untuk yang tidak menerapkan prinsip EPR. Pertanyaannya, apakah ini sudah terjadi? Sepertinya sosialisasi dan pelaksanaan kebiajakan ini belum banyak sampai ke masyarakat.

Saya sepakat bahwa di hilir masyarakat harus mulai “diet plastik”, tetapi pemerintah perlu memberi penjelasan lebih rinci kepada masyarakat, kenapa harus diet plastik, manfaat apa yang konsumen dapat dengan diet plastik, kemana uang Rp. 200 yang dibayarkan, bagaimana cara masyarakat mengganti kebiasaan pemanfaatan plastik misalnya menggunakan kantong plastik sebagai tempat sampah sebelum diambil oleh tukang sampah, atau memastikan toko menyediakan pengganti kantong plastik misalnya dus karton untuk membawa belanjaan atau meminta masyarakat membawa tas belanjaan. Banyak instrumen dan fasilitas perlu disiapkan, termasuk metode pengawasan terhadap produksi dan transportasi sampah, memastikan adanya pengambilan sampah secara regular, maupun perbaikan dan perluasan tempat pembuangan akhir.

Saya sepakat bahwa peningkatan kesadaran masyarakat tentang penggunaan plastik perlu dilakukan secepatnya, namun hal yang lebih penting adalah memastikan adanya penanganan serius di hulu, di tingkat produsen. Kenapa tidak meminta perusahaan mengganti bungkus plastik dengan produk yang lebih mudah terurai? Kenapa tidak membatasi penggunaan plastik untuk produksi? banyak kenapa di dalam pikiran saya selaku pengguna kantong plastik. Semoga pemerintah dapat meningkatkan upaya untuk menjawab “kenapa” yang ada di pikiran saya maupun mungkin masyarakat yang lain.



Oleh: Rahmi Yetri Kasri

Kontributor IPEHIJAU, konsultan di salah satu lembaga donor internasional, saat ini sedang mengambil studi S3 Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia



Sumber :  ipehijau.org